SUPER
‘A’ (Budiman
Hakim).
SUPER
‘A’ adalah rumusan
dasar untuk menilai sebuah iklan.setiap hurufnya mengandung makna yang harus
dimiliki oleh sebuah iklan yang bagus.
(S)
simple.
sebuah
iklan haruslah simple. kata simple sering diartikan orang sebagai
sesuatu yang sederhana, sebagai sesuatu yang dapat dimengerti dengan sekali
lihat. pengertian seperti itu mungkin tepat untuk peluncuran sebuah brand
baru. untuk brand yang sudah mapan? belum tentu! dalam konteks
ini, pengertian simple akan lebih tepat diartikan dengan tidak banyak
elemen dan komunikatif.
komunikatif berarti mempunyai kekuatan untuk mengajak
konsumennya berkomunikasi,sehingga konsumen dapat menemukan makna lain di balik
makna yang terdapat di permukaannya. dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian
simple dapat berubah sesuai dengan status brand yang akan
diiklankan.
sebuah
iklan yang baik, tampilan dan output-nya memang harus simple, tapi
pemikirannya sama sekali tidak simple.
(U)
unexpected.
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita selalu dikelilingi dan diserang oleh iklan dari
berbagai penjuru. dari ribuan iklan yang bertebaran itu, hanya
beberapa saja yang bisa kita ingat. karena itulah, iklan yang smart akan menjadi outstanding. kemampuan sebuah iklan untuk menempatkan
diri dalam otak, dikarenakan idenya yang unik. ide yang unik akan membuat sebuah
iklan menjadi unpredictable.
Orisinalitas sebuah
ide akan menjadikan iklan
yang kita buat menjadi berbeda dengan ribuan iklan yang muncul di saat yang bersamaan. ide yang tidak
disangka-sangka akan jauh lebih diingat oleh konsumennya. Lebih dihargai dan
akhirnya akan menjadi top of mind – paling tidak dalam segment-nya.
(P)
persuasive.
persuasive sering
juga disebut dengan daya bujuk. daya bujuk mempunyai daya pengaruh untuk menyihir orang untuk melakukan sesuatu. iklan dengan daya
bujuk kuat hampir pasti akan menggerakkan konsumen untuk mendekatkan diri
dengan brand kita dan tertarik untuk mencobanya. dasar pemikiran dalam pembuatan sebuah iklan, haruslah selalu dikonsentrasikan pada brand
sebagai hero.
Jangan terjebak dengan untuk menjadi kreatif dengan membuat hal yang unik
tetapi tidak relevan dengan brand-nya. sangat sering orang teringat pada sebuah
iklan namun mereka tidak dapat mengingat brand yang diiklankan. bagaimana orang mau
terbujuk untuk membeli,
bila brand-nya saja mereka tidak ingat sama sekali.
(E)
entertaining.
dari banyaknya iklan yang ada, berapakah yang bisa menghibur kita? Tidak banyak! mungkin hanya ada
beberapa yang terlintas di benak kita. selebihnya hanya iklan-iklan standar yang akan terlewat
begitu saja dari penglihatan dan ingatan. karena itu, entertaining tidak hanya berarti
lucu! dalam
skala yang lebih luas, entertaining berarti mampu mempermainkan emosi
konsumennya.
Bias membuat penonton tertawa,
menyanyi, menari, menangis, terharu,pokoknya apapun dapat dilakukan semalam
permainan emosi itu juga mengangkat simpati terhadap brand yang
diiklankan.
(R) ‘Relevant’,
Ide yang muncul untuk iklan bagaimanapun harus dikembalikan
pada relevansi. Harus mampu dipertanggung-jawabkan, harus rasional, dan harus
ada korelasi dengan brand, baik brand positioning, atau brand personality.
(A)
‘acceptable’.
poin ‘acceptable’ sengaja diletakkan di antara tanda kutip
tunggal, karena poin ini lebih ditujukan pada penerimaan masyarakat pada iklan
yang kita buat.ada banyak sekali iklan yang mengundang reaksi masyarakat karena
dianggap melampaui nilai-nilai ketimuran yang kita anut.
masalahnya, masyarakat Indonesia sangat beragam budayanya, agamanya,
bahasanya, gaya hidupnya dan akhirnya tentu saja tata nilainya. akibatnya buku
tata krama periklanan yang dikeluarkan oleh P3I pun sulit sekali dijadikan
pegangan baku.ada banyak grey area di sana.maka semuanya berpulang pada hati
nurani masing-masing.karya yang fenomenal, sales-nya meningkat luar
biasa dan diterima di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Hakim, Budiman, 2006. Lanturan tapi Relevan. Yogyakarta: Galang
Sample Iklan Viagra
